Kamis, 19 Februari 2026

3W,H,&G nya Ramadhan

20 Februari 2026/ 3 Ramadhan 1447 H

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Maka, sudah selayaknya kita menyambutnya dengan penuh suka cita dan penuh kerinduan. Sambutan tersebut biasanya dikenal dengan ucapan Marhaban Yaa Ramadhan. Ucapan tahniyah adalah sambutan yang hangat, penuh kerinduan, dan kecintaan yang memuncak dalam ungkapan yang tulus. Dengan diawali ucapan tahniyah ini menjadi sebuah energi positif yang dapat memotivasi kita semua untuk dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan penuh suka cita dan penuh keikhlasan.  

Ada pepatah yang menyatakan bahwa langkah awal itu sangat menentukan. Jika seorang hamba memulai Ramadhan nya dengan penuh suka cita maka semua ibadahnya akan terasa ringan dan menyenangkan. Karena jiwa yang positif akan memancarkan energi yang luar biasa sehingga memberikan vibes yang positif pula. 

Lantas apakah goals dari Ramadhan ini?

Jawabannya ada di QS. Al Baqarah : 183 


Ada beberapa poin penting yang ada di bulan istimewa ini, di antaranya;

1. Who : yang dipanggil/seru oleh Allah di bulan suci ini adalah orang-orang yang beriman. Selain itu, yang menjadi role model nya adalah orang-orang terdahulu (para nabi, rasul, shalihin, generasi terbaik, para sahabat);

2. What&when : ibadah shaum wajib di bulan Ramadhan;

3. How : cara melakukannya seperti para pendahulu (melihat sirah dan sunah)

4. Goals: menjadi orang yang bertakwa

So, ayo pastikan kita sudah on the trek ya...agar kita bisa memastikan segala yang kita lakukan di bulan suci ini jelas arah yang ditujunya juga benar sesuai uswah/contoh yang diberikan oleh sunah rasulullah. Maka. selamat menikmati jamuan Allah di bulan istimewa ini.


Rabu, 18 Februari 2026

Memaknai Ramadhan Bulan Pertolongan Allah

2 Ramadhan 1447 H

Dalam sebuah riwayat Ibnu Khuzaimah dari sahabat Salman r.a, Rasulullah saw, pada hari terakhir bulan Sya'ban pernah berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda : 

"Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan shaumnya suatu fardlu dan qiyam di malam harinya suatu sunahmu. Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebaikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardlu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan suatu fardlu di bulan Ramadlan, samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardlu dibulan yang lain. Ramadlan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah syurga."

Ramadlan adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rizqi para mu'min di dalamnya, barangsiapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang yang bershaum. Hal tersebut merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka shaum, baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan shaum itu tanpa sedikitpun orang tersebut berkurang pahalanya.

Dialah bulan yang permulaannya ada berkah, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka dari neraka. Barang siapa meringankan beban dari hamba sahaya (atau pembantu-pembantu rumah), niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka. Karena itu banyakkanlah yang empat perkara di dalam bulan Ramadlan. Dua perkara yang menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menginginkannya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah, ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya. Dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhkannya, ialah mohon syurga dan berlindung dari neraka. 

Maka, jadilah penolong di bulan penuh berkah ini. Dan senantiasa memohon pertolongan padaNya agar kita dapat menjadi penolong sejati bagi diri kita dan sesama mahlukNya.

#Kutipan Buku "Ramadhan Bulan Pembinaan"  

Selasa, 17 Februari 2026

Tarhib Ramadhan

 Rabu, 18 Februari 2026

Tarhib Ramadhan : Marhaban Yaa Ramadhan

Tarhib adalah istilah bahasa Arab (dari akar kata rahaba) yang berarti menyambut, menerima dengan kelapangan hati, atau memberi penghormatan. Khusus dalam konteks Tarhib Ramadhan, ini bermakna kegiatan menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, kesiapan fisik, serta spiritual untuk memaksimalkan ibadah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan istimewa bagi umat Islam. Hal tersebut biasa Rasulullah sampaikan dalam khutbah menjelang bulan Ramadhan. Begini isinya,

"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfiroh (ampunan). Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama, malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan-Nya. Dibulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah amalan-amalanmu diterima dan do'a-do'a mu diizabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dah hausmu. Bersedekahlah pada kaum fukara dan miskin. Muliakanlah orang yang lebih tua darimu, sayangilah yang lebih muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal bagi kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang kamu haram mendengarnya.

Kasihanilah anak yatim niscaya anak-anakmu dikasihi manusia. Bertobatlah kamu kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmmu untuk berdo'a pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat utama ketika Allah Azza Wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyerunya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdo'a kepada Nya.

Wahai manusia! sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena dosamu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbul 'Alamin.

Wahai manusia! barang siapa di antaramu memberi buka pada orang-orang mukmin yang shaum pada hari ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Jagalah dirimu dari api nenka walaupun hanya dengan sebiji kurma, jagalah dirimu dari api nenik walaupun dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaqnya pada bulan ini ia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang memili tangan kanan-Nya (budak) di bulan ini. Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya d bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan Nya.

Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan Rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa melakukan shalat fardlu, baginya ganjaran sepeni melakukan 70 shalat fardlu di bulan lainnya. Barang siapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa memperbanyak shalawat di bulan ini, Allah akan memberatkan timbanganya melebihi timbangan pada hari lain, barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran ganjarannya sama dengan mengkhatamkan Al Quran pada bulan lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar ia tidak pernah menutupkannya lagi. Sedang pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonkan kepada Tuhanmu agar ia tidak pernah membukakan lagi bagimu. Syetan-syetan terbelenggu, maka bermohonlah agar mereka tidak lagi menguasaimu."

Nah, dari semua hal yang sudah disampaikan oleh baginda Rasulullah, menunjukkan begitu mulianya bulan Ramadhan. Oleh karena itu semoga Allah memberikan kita semua kekuatan untuk dapat melaksanakan semua ibadah Ramadhan dan dikaruniakan kenikmatan dalam melaksanakannya...Aamiin Yaa Rabbal alamiin. Bulan Ramadhan sudah di depan mata, yuk segera sambut bulan mulia dengan riang gembira...Marhaban...Yaa Ramadhan.

Sabtu, 22 Maret 2025

Fiqh Shaum : Hal-hal yang membatalkan puasa

7 Ramadhan 1446 H

Hal-hal yang membatalkan shaum

Adapun yang membatalkan shaum itu ada 8 hal:

1) Memasukkan suatu benda ('ain) ke dalam rongga badan melalui lubang yang terbuka dengan sengaja.

2) Makan dan minum dengan sengaja.

Termasuk merokok dapat membatalkan shaum sebab asap yang diserap termasuk benda 'ain. Adapun makan, minum karena lupa tidak membatalkan shaum.

Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ نَسِي وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَو شَرَبَ فَلَيْكُمْ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ "Barang siapa lupa bahwa dia shaum, lalu makan atau minum, hendaklah meneruskan shaum itu. Karena Allah-lah yang telah memberinya makan dan minum". (Sepakat Ahli Hadits)

3) Bersenggama

Melakukan jima (bersebadan di siang hari pada bulan Ramadlan batal shaumnya, tetapi melakukannya pada malam hari tidak dilarang (boleh).

Allah SWT berfirma

4) Keluar air mani (Istimnak)

Batal shaum apabila keluar mani dengan sengaja bersentuhan dengan perempuan (mubasyarah), atau sengaja dikeluarkan (masturbasi)

5) Muntah dengan sengaja

Orang yang membuat dirinya sengaja muntah, walaupun tidak ada yang kembali ke dalam perut batal shaumnya. Tetapi muntah di luar kemampuannya dan karena tidak dapat di tahan lagi, seperti mabuk kendaraan atau karena kena penyakit, tidak membatalkan shaum

maka shaumnya menjadi batal sekalipun ia tidak makan dan shaumnya berniat berbuka, tidak mau meneruskan shaumnya minum. Dalam pada itu, orang murtad yaitu orang yang keluar dari agama Islam ketika itu shaumnya batal karena salah satu syarat wajib shaum tidak terpenuhi. Wajib atasnya melakukan qadla.

6) Haid dan Nifas

Perempuan yang sedang bershaum kemudian datang bulan atau melahirkan maka shaumnya batal. Wajib atasnya melakukan qadla."

7) Gila

Orang yang sedang bershaum kemudian gila (walaupun gilanya sebentar) maka shaumnya batal. Wajib atasnya melakukan qadla."

8) Membatalkan niat shaum

Orang yang sedang bershaum kemudian di tengah-tengah maka shaumnya menjadi batal sekalipun ia tidak makan dan shaumnya berniat berbuka, tidak mau meneruskan shaumnya minum. Dalam pada itu, orang murtad yaitu orang yang keluar dari agama Islam ketika itu shaumnya batal karena salah satu syarat wajib shaum tidak terpenuhi. Wajib atasnya melakukan qadla.

9) Lima macam perbuatan yang diperebutkan, dusta, ghibah, namimah, melihat wanita yang bukan mahramnya dengan syahwat dan sumpah palsu.

خَمْسُ خِصَالٍ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ وَيَنْقُضُ الْوَ ب والغيبة والنميمة والظر شهوة وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ

"Lima macam yang membatalkan shaum dan membatalkan wudlu: dusta, ghibah, namimah, melihat wanita yang bukan mahram dengan syahwat dan sumpah palsu." (HR. al Azdi dan ad Dailami dari Anas ra.)

Fiqh Shaum : Rukun Shaum

6 Ramadhan 1446 H

 

Rukun shaum ada dua, yaitu:

1) Niat

Orang yang bershaum Ramadlan wajib berniat pada tiap malam sebelum fajar terbit, tidak sah shaum tanpa niat.

Rasulullah saw. bersabda:

"Barang siapa yang tidak membuhul niat shaum sebelum terbit, maka tak ada shaum baginya." (HR. Abu Daud).

Lain halnya dengan shaum sunnat, maka boleh dan sah niat di siang hari sebelum matahari condong ke arah barat, asal belum melakukan hal-hal yang membatalkan shaum.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. masuk ke rumah istrinya yaitu 'Aisyah dan menanyakan apakah ada makanan untuk sarapan. Dijawab oleh 'Aisyah tidak ada makanan, maka Rasulullah saw. bersabda: "Aku niat shaum hari ini".

Kewajiban membubuhi niat tiap malam itu adalah pendapat jumhur ulama. Tetapi madzhab Maliki berpendapat, niat itu tidak boleh diisyaratkan pada tiap malam, tetapi cukup di awal bulan Ramadlan saja berniat untuk satu bulan.

2) Imsak

Menahan diri maksudnya menahan diri dari makan, minum dan mengadakan hubungan seksual di siang hari, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

"Dan makan minumlah kamu, sehingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar kemudian sempurnakanlah shaum itu sampai malam" (QS. Al-Baqarah: 187)

Fiqh Shaum : Syarat Wajib&Sah nya

 5 Ramadhan 1446 H

Dalam ilmu Fiqh hukum shaum adalah sebagai berikut; 

a. Syarat wajib shaum

Mereka yang diwajibkan bershaum itu adalah orang laki-laki ataupun perempuan yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1) Islam

Dengan demikian tidak wajib bagi non-muslim.

2) Berakal

Orang yang hilang akalnya karena bermacam-macam sebab seperti gila, atau sakit ayan, tidak sadarkan diri sehari penuh, tidak wajib shaum.

3) Baligh

Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak wajib shaum. Akan tetapi yang mumayyiz (pintar) maka sah shaumnya. Bagi orang tua hendaklah menyuruh putra-putrinya yang telah mumayyiz agar bershaum sebagai latihan.

4) Kuat

Orang yang sudah tidak kuat shaum karena lanjut usia, atau karena sakit keras, sakit menahun yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya dibebaskan kewajibannya dari shaum. Hanya sebagai gantinya wajib membayar fidyah.

5) Mukim

Berada di tempat tinggal sendiri. Bagi orang yang sedang dalam perjalanan, boleh tidak shaum, tetapi wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.


b. Syarat sah shaum

Shaum itu sah dilakukan oleh orang Islam yang cukup syarat atas dengan ketentuan: di

1) Suci dari haid dan nifas

Wanita yang sedang datang bulan atau habis melahirkan (nifas), tidak sah shaum bahkan haram melakukannya, namun kewajiban shaum tidak gugur, bila mereka bersih wajib menggantinya pada hari lain sebanyak hari shaum yang ditinggalkannya. Rasulullah saw. bersabda:

"Kami disuruh (oleh Rasulullah saw.) meng-qadla shaum, tidak disuruh meng-qadla shalat" (HR. Bukhari dari Aisyah ra.)

2) Mengetahui masuknya waktu (bulan) Ramadlan Rasulullah saw. bersabda:

"Janganlah kamu bershaum kecuali melihat hilal (tanggal 1 Ramadlan), dan janganlah berhari raya kecuali kamu melihat hilal (tanggal 1 Syawal)" (HR. Muslim)

Ramadhan Bulan Pertolongan Allah

4 Ramadhan 1446 H

Dalam sebuah riwayat Ibnu Khuzaimah dari sahabat Salman r.a, Rasulullah pernah berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda : 

"Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan shaumnya suatu fardlu dan qiyam dimalam harinya suatu sunatmu. Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebaikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardlu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan suatu fardlu di bulan Ramadlan, samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardlu dibulan yang lain. Ramadlan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah syurga."

Ramadlan adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rizqi para mu'min di dalamnya, barangsiapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang bershaum, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka shaum, baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan shaum itu tanpa sedikitpun orang tersebut berkurang pahalanya.

Para sahabat berkata:

"Ya Rasulullah tidakah kami memiliki makanan berbuka shaum itu untuk orang bershaum!" maka bersabda Rasulullah saw.: "Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu".

Dialah bulan yang permulaannya ada berkah, pertengahannya ampunan dan akhirnya merdeka dari neraka. Barang siapa meringankan beban dari hamba sahaya (atau pembantu-pembantu rumah), niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka. Karena itu banyakkanlah yang empat perkara didalam bulan Ramadlan. Dua perkara yang menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah, ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohon ampur kepada-Nya. Dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhinya, ialah mohon syurga dan berlindung dari neraka.