Jumat, 21 Maret 2025

Landasan Berpuasa

 3 Ramadhan 1446 H

Mari kita mulai dengan membaca sebuah hadist tentang landasan ibadah puasa/ shaum Ramadhan. Berikut hadist nya,

1. Makna "مَنْ صَامَ رَمَضَانَ" (Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan)*  

- Hadis ini menunjukkan keutamaan bagi mereka yang menjalankan puasa Ramadan dengan benar.  

- Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa, seperti berkata dusta, ghibah, dan maksiat lainnya.  

2. Makna "إِيمَانًا" (Dengan Iman)*  

- Maksudnya adalah seseorang menjalankan puasa dengan keyakinan penuh bahwa puasa adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah.  

- Ia berpuasa dengan meyakini bahwa Allah akan memberikan balasan kebaikan atas ibadah ini.  

- Puasa dilakukan bukan karena budaya, kebiasaan, atau tekanan sosial, melainkan semata-mata karena keimanan kepada Allah.  

3. Makna "وَاحْتِسَابًا" (Dengan Ihtisab)*  

- "Ihtisab" berasal dari kata *احتساب* hasaba - yahsabu - hisaban, ihtisaban. Hisaban - ihtisaban bentukya isim mashdar  yang  berarti menghitung. Jika dikaitkan dengan ramadhan dan ibadah shaum nya,maka dapat dimaknai sebagai usaha-usaha merencanakan (dihitung) sekumpulan ibadah lalu dengan keikhlasan, berubah maknanya menjadi mengharapkan pahala seluruh nya kepada alloh. sehingga bisa diartikan mengharapkan pahala dan balasan dari Allah.  

Orang yang berpuasa dengan ihtisab tidak menganggap puasanya sebagai beban, tetapi sebagai ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.  

- Dia yakin bahwa Allah akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang yang berpuasa dengan niat yang tulus.  

### *4. Makna "غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ" (Diampuni dosa-dosanya yang telah lalu)*  

- Hadis ini menjelaskan bahwa puasa Ramadan yang dilakukan dengan iman dan ihtisab akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.  

- Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "dosa-dosa yang telah lalu" adalah *dosa-dosa kecil*, sedangkan dosa besar memerlukan taubat yang khusus.


Kesimpulan dari hadist tersebut adalah landasan atau dasar dalam melaksanakan ibadah puasa (shaum) Ramadhan adalah iman dan ihtisab. Iman dimaknai sebagai keyakinan bahwa ibadah ini betul-betul perintah dari Allah SWT, sehingga bagi manusia yang ada iman di dalam dirinya diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh sebagai bukti pengabdiannya kepada Allah.

Selain iman, ada ihtisab yang wajib dijadikan landasan dalam beribadah shaum di bulan Ramadhan. Ihtisab secara bahasa dimaknai sebagai sikap yang memperhitungkan segala amalan agar menjadi yang terbaik sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar