Masih antara percaya dan tidak. Masih bimbang antara harus cemas dan khawatir atau woles aja. Hm...apakah ini saatnya harus menerapkan teori tentang isoman yang nyanyiannya sudah akrab di telinga sejak dua tahun lalu? Sementara di berbagai pemberitaan kini mengabarkan bahwa virus ini sudah bermutasi ke 26 kali dalam varian omicron saja. Tahun lalu sempat varian delta yang berkembang yang menempatkan kita semua ke puncak gelombang ke 2 dalam pandemi ini. Dan abah mungkin menjadi korban di dalamnya.
Kepada siapa lagi kami dapat bergantung? Bersandar untuk memohon petunjuk dan memupuk kesabaran untuk menghadapi (insya Allah) ujian ini semoga bukan azab untukku. Hanya padaMu Rabbana, Tuhan Semesta Alam yang mengizinkan dan menakdirkan hidup kami semua sampai di titik ini. Hamba ikhlas karena tak ada lagi yang bisa dilakukan. Kadang pelajaran ikhlas harus diajarkan dengan cara dipaksa mungkin ya, agar bisa lebih berkesan hehe...Tapi, hamba ridho Ya Allah dengan ini. Justru ini akan merobohkan kesombongan dan keangkuhan hamba yang sempat merasa jagoan tak pernah kena virus ini selama dua tahun. Astagfirullahaladziim...hidup hamba ada dalam genggamanMu Yaa Rabb. Hilangkan kecemasanku dan jagalah keluargaku. Tak ada yang mustahil bagi Engkau Sang Maha Penyembuh.
Semoga badai ini cepat berlalu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar