Minggu, 15 Mei 2022

Menggapai Ridho Ilahi Setelah Ramadhan

 Sebuah Resume dari Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

oleh : Ustaz Ahmad Khomaedi. M.Ag.


    Ada 2 hal yang dapat dimaknai setelah Ramadhan berlalu, agar memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah sehingga menjadi lilmuttaqien, yaitu dengan cara :  

1. Melanjutkan pembiasaan amalan Ramadhan.  

Semua pembiasaan ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan hendanya dapat terus dilakukan, mulai dari tadarus Quran, sholat malam, shaum, sedekah, zikir, dan semua amal sholeh lainnya.  Karena hakikatnya Ramadhan itu adalah bulan latihan. Maka, implementasinya adalah di 11 bulan setelahnya. Jadi, kita rajin ibadah jangan hanya di bulan Ramadhan. Justru pembiasaan yang telah dilakukan di bulan Ramadhan idealnya terus dilanjutkan. Itulah kemenangan yang sesungguhnya. Bahwa kita dapat menerapkan semua amaliyah Ramadhan di bulan-bulan selain Ramadhan adalah luar biasa. Hal seperti itulah yang Allah ridhoi. Maka ridho Allah akan diperoleh jika kita konsisten melaksanakan ibadah Ramadhan di setiap bulan sepanjang tahun. 

2. Jangan sampai terjadi kebangkrutan dalam hidup kita. Kebangkrutan yang dimaksud adalah kebangkrutan amalan. Artinya semua amalan Ramadhan selesai semua di bulan tersebut. Tidak ada kelanjutan lagi di bulan-bulan lainnya. Hal itulah yang dibenci Allah sehingga kalau hal itu dilakukan maka kita tidak akan mendapatkan ridho Allah. 

Padahal, ketenangan yang hakiki adalah ridho Allah. Apabila dikelompokkan Ridho Allah itu terbagi menjadi :

1. Ridho billah yaitu kita ridho kepada Allah, dan Allah ridho kepada kita. Hal itu bisa terjadi bila kita senantiasa melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Maka kefitrian atau kesucian yang sesungguhnya adalah mendapatkan Ridho Allah. Di hari Idul Fitri ini harapannya kita kembali mendapakan Ridho Allah setelah dihapuskan dosa-dosa melalui permohonan kita di setiap malam di bulan Ramadhan. 

Ingatlah bahwa masih ada perjalanan panjang yang akan kita hadapi setelah hidup setelah dunia ini, yaitu alam barzah, kemudian hari kebangkitan, dikumpulkan di padang Mahsyar, Yaumul Mizan, Yaumul Hisab, Shirotol Mustaqim, barulah berujung di surga/neraka. Oleh karena itu, kehidupan di dunia ini bukanlah segalanya karena akan ada alam akhirat tempat kita mempertanggung jawabkan semua yang dilakukan di dunia ini.

2  Ridho Animah yaitu ridho menerima qodho dan qadarnya Allah. Ada takdir yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Selama kita mau berusaha kita akan bisa mengubah takdir yang buruk karena ada takdir yang memang masih bisa diubah oleh usaha yang dilakukan oleh manusia. 

    Maka, ayo kita perbaiki semua amalan kita di 11 bulan ke depan agar kita tidak tergolong pada orang yang merugi atau orang yang mengalami kebangkrutan. Yaitu orang yang tidak mendapatkan amalan yang sesungguhnya karena amalan Ramadhannya tidak berlanjut ke 11 bulan berikutnya (terputus). Padahal, hakikat syawal adalah peningkatan. Artinya, bulan Syawal adalah bulan peningkatan ibadah dari sebelumnya. 

    Adapun ciri-ciri orang yang bangkut adalah mereka yang mencemarkan nama orang lain, memakan hak anak yatim, melaukan pertumpahan darah. Mereka semua itulah yang akan berujung di neraka. 

Simpulannya, jikai ngin menjadi hamba Allah yang memperoleh kemenangan sikap yang harus dimilikinya adalah sabar dalam beribadah, ikhlas, dan tolong menolong dalam kebaikan sehinga menjadi hamba yang lil muttaqin yaitu orang-orang yang mendapatkan kemenangan di dunia dan akhirat. Maka ridho Allah lah yang akan diperolehnya. Dan mereka itulah yang senantiasa mensucikan dirinya sehingga disenangi Allah SWT. Semoga kita menjadi orang-orang yan demikian. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar