Minggu, 15 Mei 2022

Menjadi Juara

 


    Melihat info tentang lomba menulis nyaliku menyala. Apalagi ini diselenggarakan oleh Mr.Bams nama yang tak asing lagi bagiku. Bagaimana tidak beliau itu adalah orang yang berjasa dalam perjalanan menulisku selama ini selain Omjay. Dari Omjay, aku belajar memupuk semangat dan kepercayaan diri untuk menulis. Dari Mr.Bams aku belajar menulis di blog. Sejak saat itulah aku melahirkan berbagai tulisan yang sebenarnya merupakan media peralihanku alias pindahan buku dari buku diary harian yang sering kubuat sebelumnya. Namun, versi atau atau bentuknya saja yang berbeda. Kalau dulu menggunakan buku diary dan bolpoin, kini menggunakan apliksi blog menulisnya di hp atau komputer.

    Ceritanya, aku mengikuti lomba menulis yang diadakan oleh Mr.Bams itu dengan modal nekad saja. Aku tak peduli akan jadi juara atau tidak. Mau bagus atau tidak tulisanku nantinya. Yang penting aku berusaha keras untuk bisa ikut lomba itu. Deadline untuk menulisnya cukup panjang sebenarnya. Namun, ya seperti biasa padatnya aktivitas kadang membuatku kewalahan sampai-sampai tak ada waktu untuk sekadar menulisnya. Sampai pada beberapa hari menuju deadline, aku segera memacu diri untuk menyempatkan waktu untuk menulis agar tulisanku itu bisa segera kukirim. Aku ingat betul waktu itu bulan Ramadhan, aktivitas di sekolah sedang padat-padatnya. Kebetulan waktu itu aku menjadi penanggung jawab pelaksanaan kegiatan Sanlat Ramadhan IQRO 2022. Nantilah di lain kesempatan kuceritakan tentang sanlat istimewa yang kami gelar di sekolah tercinta. Sementara itu, di waktu yang bersamaan aku pun harus mengikuti tes uji kompetensi pegawai negeri dari BKD. Pokoknya, ruwet...ruwetlah rasanya. Tapi, hatiku pun tak tenang rasanya kalau lomba menulis ini kulewatkan begitu saja. Jadinya, kupaksakan diri untuk menulis demi ikutan lomba ini. 

    Setelah menulis di blog, kupindahkan ke word lalu kuhitunglah jumlah katanya ternyata masih kurang dari persyaratkan dalam lomba. Kemudian kuperas otak ini untuk bisa mendapatkan jumlah kata yang diinginkan. Dan akhirnya siaplah naskah itu. Walaupun sejujurnya aku tak yakin kalau tulisanku ini bagus. Yang penting aku bisa ikuti lomba itu. Segeralah kukirim. Namun, apa yang terjadi saudara-saudara? Saat akan kukirim aku lupa nomor urut pendaftaran lalu segeralah au buka link untuk melihat infonya. Namun, entah kenapa link nya eror tak bisa dibuka. Akhirnya segeralah kukontak Mr.Bams untuk menanyakan hal itu dan waktunya sudah lewat beberapa menit dari deadline. Jawaban Mr. Bams sungguh melegakan aku masih bisa kirim naskah langsung ke alamat emailnya. Alhamdulillah selesai sudah tugasku. Naskah itu sudah dikirim berarti aku sudah menjadi pemenang atas perjuangan diriku untuk bisa menulis apa yang telah dicita-citakan sebelumnya sesuai deadline. Lega sekali rasanya sudah memenuhi tagihan dan target diri yang telah kubuat. Terima kasih diriku, "Kau luar Biasa!"




    Setelah beberapa waktu berlalu, aku tak punya harapan yang terlalu muluk atas hasil lomba menulis yang diumumkan pada 9 Mei, saat pertama kali aku masuk ke sekolah sebagai ASN yang habis cuti libur lebarannya. Aku tak ingat akan pengumuman itu. Hanya saja saat aku berkomitmen ingin ikut program 70hari menulis 70 tulisan, aku buka info-info di grupnya. Dan aku kaget sekaligus senang melihat namaku ada di daftar juara lomba menulis itu. Alhamdulillah, walau tak dapat juara 1, tetapi aku cukup senang. Karena jangankan menjadi juara, sudah bisa ikutan dan kirimkan naskah saja sudah menjadi prestasi bagiku. namun, aku pun belajar dari kompetitor lain yang lebih hebat. Bahwa mereka begitu all out sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sementara aku masih penuh dengan keterbatasan serba mendadak, serba cepat, asal kirim saja, dan melupakan untuk berbagi tulisan agar mendapat banyak kunjungan dan komentar hihi. Tak apalah ini adalah sebuah permulaan. Lagi pula niat awal aku ikut lomba ini adalah ingin menchallenge saja kemampuan menulisku sekaligus media ungkapkan terima kasihku pada Mr.Bams yang telah menjadi guru menulisku melalui blog. Insya Allah ini menjadi motivasi dan katalisator untuk aku bisa menulis lagi dan lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar